Pesan kesalahan

  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/refsonba/public_html/index.php:1) in drupal_send_headers() (line 1488 of /home/refsonba/public_html/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/refsonba/public_html/index.php:1) in drupal_send_headers() (line 1488 of /home/refsonba/public_html/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/refsonba/public_html/index.php:1) in drupal_send_headers() (line 1488 of /home/refsonba/public_html/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/refsonba/public_html/index.php:1) dalam drupal_send_headers() (baris 1488 dari /home/refsonba/public_html/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/refsonba/public_html/index.php:1) dalam drupal_send_headers() (baris 1488 dari /home/refsonba/public_html/includes/bootstrap.inc).
  • Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/refsonba/public_html/index.php:1) dalam drupal_send_headers() (baris 1488 dari /home/refsonba/public_html/includes/bootstrap.inc).
  • Notice: Undefined offset: 1 dalam counter_get_browser() (baris 70 dari /home/refsonba/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

Mengenal Istilah Batu Mulia dan Permata

  1. Carats / Crts / Karat = Satuan berat pada Batu Mulia yang digunakan secara internasional dan nasional
  2. Color = Warna yang melekat pada Batu Mulia, baik melalui proses tertentu atau proses alami.
  3. Cut / Cutting = Bentuk atau Model potongan pada Batu Mulia, Potongan yang baik adalah yang mampu memantulkan cahaya kembali keluar, sehingga mampu menunjukkan keindahan Batu.
  4. Clarity = Kejelasan atau kemurnian pada Batu Mulia,Clarity ditentukan oleh jumlah, jenis, warna, ukuran, penempatan dan jenis inklusi.
  5. Inclusion / Inklusi / Transparency = Merupakan proses pembentukan yang terjadi secara alamiah pada suatu mineral di dasar bumi atau lebih dikenal dengan istilah "sidik jari alamiadh". Inklusi terjadi dalam berbagai bentuk, seperti titik kecil putih dan titik gelap, dan bentuk lainya. Berikut jenjang dari Inclusion;
    • Internally Flawless (IF) = Tidak ada cacat sama sekali.
    • Very Very Small Inclusions (VVS1-VVS2) = Inklusi yang sangat amat kecil.
    • Very Small Inclusions (VS1-VS2) = Inklusi yang sangat kecil.
    • Smal Inclusions (SI1-SI2) = Inklusi yang kecil.
    • Imperfect (I1-I2-I3) = Tidak/kurang sempurna, inklusi yang dapat terlihat oleh mata.
  6. Treatment = Perlakuan yang diberikan pada batu dengan proses-proses tertentu namun tidak merubah unsur kimia yang telah terkandung didalam batu, berikut Jenis Treatment pada Batu Mulia atau jenis dan keterangan treatment lainya bisa di baca di artikel "Macam-macam Treatment Pada Batu Mulia"
    • Heating / Heated = Proses pemanasan terhadap Batu pada suhu temperatur tertentu yang bertujuan menaikkan warna atau kejernihan dari Batu itu.
    • Irradiated / Penyinaran = Penyinaran melalui proses iradiasi pada batu dengan menggunakan metode khusus dan pada Batu tertentu Pula.
    • Oiling / Waxing = Proses pengisian lilin atau juga peminyakan yang dilakukan pada celah-celah Batu yang berguna untuk menyamarkan celahnya, dan biasanya perlakuan ini diberikan pada Batu sejenis Emeral dan Turquoise.
    • Glass Filling = Proses pengisiam timah kaca pada retakan Batu yag berguna untuk menaikkan penampilan batu, umumnya dilakukan pada Batu jenis Ruby.
  7. Luster = Kilauan yang dipancarkan oleh batu baik terpancar karena Cutting ataupun dari batu itu sendiri.
  8. Polishing = Proses penggosokan batu dimana batu yang dipotong dibentuk ukuran oval/lonjong/bulat atau bisa disebut cabochon untuk melihat keindahan tersendiri yang dimiliki batu tersebut.
  9. Mohs = Skala yang digunakan untuk mengukur kekerasan suatu mineral dengan jalan membandingkan dengan mineral lain. Skala mohs ditemukan pertama kali oleh ilmuwan jerman, Frisdrich Mohs pada tahun 1812. Pada waktu itu sang geologist membagi kekerasan suatu mineral menjadi 10 tingkat dengan jalan mencari bahan terkeras yang dapat digores oleh bahan yang diukur, dan/atau bahan terlunak yang dapat menggores bahan yang diukur. Maka terciptalah skala Mohs yang kita nikmati sekarang.
  10. Origin = Asal muasal Batu, baik daerah maupun negara asalnya.
  11. Natural = Batu Asli
  12. Est / Estimasi = Perkiraan atas Sesuatu.
  13. Similiar = Mirip atau hampir menyerupai.
  14. Gemologi = Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang Batu Mulia dan Permata, Orang yang mempelajari dan menyelidikinya dinamakan gemologist dan bernaung pada suatu laboratorium Gemologi.
  15. Doublet = Menyatukan batu natural dengan sintetis dengan harapan bisa memperkuat warna naturalnya.
  16. Crack = Retakan yang ditimbulkan karena benturan / jatuh ataupun bisa disebabkan oleh polesan yang kurang sempurna serta efek samping dari pemanasan.
  17. Rare = Langka, biasanyaa digunakan untuk menunjukkan bahwa batu itu layak untuk dikoleksi karena kelangkaanya.
  18. Cutting Cabochon = Bentuk jenis pemotongan Batu Mulia yang biasanya bagian atasnya cembung dan bagian dasarnya datar. Pemotongan Cabochon biasanya diterapkan pada Batu yang tidak Transparant atau juga biasanya diterapkan pada Batu Akik. Cutting Cabochon biasanya digunnakan untuk Batu Permata yang memiliki fenomena akibat pantulan cahaya. Jenis Fenomenanya antara lain: 
    • Chatoyancy / Cat's Eye / Tiger Eye / Mata Kucing = Garis lurus vertikal.
    • Stars = Garis lurus yang membentuk bintang, ada juga yang membentuk 12,6 dan 4 garis.
  19. Cutting Faceted = Bentuk jenis pemotongan Batu Mulia yang memiliki banyak sudut dan memiliki bagian atas yang datar (facet), pemotongan jenis ini bertujuan untuk membiaskan cahaya yang masuk ke batu sehingga akan menjadikan lebih berkilau. Jenis pemotongan Faceted banyak dilakukan pada Batu kelas Permata yang transparan seperti Berlian, Sapphire, Ruby, Amethist, Peridot dan yang sejenisnya.
  20. Corundum / Korundum = Korundum merupakan bentuk kristal alumunium oksida dengan jejak besi, titanium dan kromium. Ini adalah mineral dasar pembentuk batuan. Korundum berada pada jenis/kelas batu Crystalline dengan kekerasan 9 skala Mohs yang terdiri dari batu Ruby dan Sapphire, selain Batu Ruby dan Sapphire berada pada kelas kelas lain. Nama Korundum barsal dari kata Tamil 'Kuruntam' yang bearti 'Ruby", dan terkait juga dengan bahasa Sansekerta "Kuruvinda".